Selasa, 23 April 2013

semua karena demokrasi


hidup hedonis
solusi pragmatis
kehidupan individualis
bebas berpendapat ini dan itu gak peduli bener atau salah yang penting "gue suka, masalah buat loh"
dan seribu satu lagi kebebasan-kebebasan yang dihasilkan

satu kata "PARAH"

ya itulah yang bisa dihasilkan demokrasi yang berasal dari kapitalisme dengan asas sekulerisme
membuat yang benar jadi salah dan yang salah seolah benar..
tak ada lagi keadilan yang pasti, hukum hanya dihargai dengan kantong" rupiah
lihat saja kasus yang tengah menimpa orang-orang "tak punya" di negeri ini..hanya karena memungut coklat seorang nenek diadili tanpa ampun...dijatuhi hukuman yang tak "normal"
sedangkan para tikus berdasi saat mereka memakan uang rakyat, hukuman yang diberikan adalah hukuman yang istimewa...
hmm....emang sih dipenjara tapi fasilitas hotel bintang lima...wow 

fakta lain, seseorang bisa mati-matian untuk memenuhi kebutuhan keluarganya..
seorang ayah bisa mati-matian bekerja untuk anaknya, hanya untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya
dan anaknya hanya bisa menuntut kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhannya (laptop, bb, gadget, tablet, pakaian, dll) yang bisa membuatnya terlihat "wow" didepan teman-temannya...astaghfirullah...
hanya karena gengsi, biar gak dibilang ketinggalan jaman...tega memeras orang tua sampai seperti itu.. MIRIS

yaa semua itu karena saat ini diterapkan sistem kufur, demokrasi-kapitalisme...semua dinilai dari materi
seberapa banyak orang bisa mengumpulkan materi...semakin banyak maka semakin dipandang...
betapa susahnya...hidup seperti itu, dituntut menjadi orang kaya tapi tak sedikit memakai cara yang gila

masihkah mempertahankan sistem yang hanya akan membuat orang mati secara perlahan???
yang hanya akan membuat jurang yang dalam antara kaya dan miskin
yang hanya membuat ketidaksejahteraan dunia akhirat...

sudah cukup, sudah cukup penderitaan yang diderita manusia saat ini..
saatnya hancurkan demokrasi, hancurkan sistem kufur ini....
saatnya beralih pada sistem yang benar dan tiada duanya..
sistem yang berasal dari ALLAHURABBI, Sang Pencipta dan Pengatur ...
hanya Dia lah yang tahu apa yang dibutuhkan manusia, yang bisa membawa manusia pada kemuliaan dan pastinya meraih kesejahterann dunia akhirat...
hanya dengan sistem Islam dalam naungan KHILAFAH ISLAMIYAH...tak ada yang lain lagi..

mari perjuangkan, kemenangan yang tinggal selangkah lagi...
"dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada ALLAH, mengerjakan amal sholih dan berkata sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang muslim" (QS FUSHILAT: 33)

ukhtyfillah, jalan menuju surga terpampang lebar di depan mata, mari kita bersungguh-sungguh optimalkan dakwah..
mari kita berupaya berikan yang terbaik untuk dakwah ini...
suriah menanti kita, rohingya dan umat islam di negeri-negeri yang lain berharap uluran tangan kita....
atas tegaknya SYAR'AH dan KHILAFAH DI MUKA BUMI INI.... []

selalu denganMu

diri ini tak kuasa sendiri menahan kejamnya dunia, kejam jika tak ada yang bisa melindungi diri dengan benar. kejam jika tak terterapkan semua aturan yang sempurna. kejam jika tak bergerak melakukan perubahan. sudahlah pasti aturanMu itu yang paling tepat denganku, bukannya yang ada saat ini, mencengkram tubuh ini, mengoyak,  meremukan diri ini sampai tak tersisa.
ah inilah dmokrasi buatku jadi crazy, crazy dengan yang dihasilkannya. lihat saja bangku perkuliahan, mahasiswa disibukkan dengan tugas. belum selesai satu sudah dijejali yang lainnya. dosen tak masuk tugas tak pernah ketinggalan..mau dibawa kemana generasi ini????
niat untuk pinter tapi malah keblinger...pragmatis!!! gabisa berpikir kritis !!!
orientasi hanya nilai bagus, biar dapet kerja trus meraup uang sebanyak-banyaknya...
#korban kapitalis
bukan jaminan nilai bagus pasti dapat kerja trus dapat uang....
sepertinya memang sistem ini membuat manusia hanya berhayal tanpa berpikir..

saatnya berpikir, uadah banyak bukti klo sistem ini hanya bawa kerusakan..ihat saja orang miskin makin tinggi, pengangguran apalagi...dan banyak lagi lainnya..

tinggalkan demokrasi ganti dengan islam, hanya itulah satu-satunya solusi pasti...
dengan islam pula diri ini selalu dekat denganNya

khasanah cintaku


Bicara tentang cinta pasti tak aka nada habisnya. Karena cinta itu fitrah dan pastinya akan senatiasa menghinggapi setiap insan bernama manusia. Karena cinta itu manusia bisa senang, sedih, gelisah, dan berbagai emosi yang lainnya. Itulah cinta, rasanya nano-nano….nah sekarang saatnya kutuangkan cintaku…

Dibawah rintik hujan sepanjang perjalanan pulang. Menyusuri kesunyian jalan. Hamparan sawah terbentang dikiri dan kanan jalan. Matahari sayup-sayup kembali ke peraduan. Awan cerah usai hujan mengiringiku. Terpikir olehku betapa besarnya Dia, begitu mudah untukNya merubah cuaca..alam yang tercipta sempurna tak ada cacat. Ya pastinya ciptaanNya tak akan pernah tertandingi oleh siapapun.

Cinta…
Anugerah terindah yang kumiliki. Cintaku yang tak pernah habis dimakan waktu. Cintaku yang tak pernah using ditelan jaman. Cintaku yang mekar lagi meski sempat layu. Dahulu aku bertanya cinta itu apa? Seperti coklatkah? Semanis madu? Atau yang seperti apa?

Kulihat sekelilingku, temanku yang sedang merajut cinta dengan kekasihnya. Itukah cinta? Pikirku. Apakah cinta itu mengorbankan untuk orang yang dicintai? Apapun yang dia minta? Seperti itukah?

Kembali ku mencari tahu makna cinta, kutemui agi sepasang yang katanya saling mencintai. Mereka tampak bahagia dengan cinta yang mereka miliki. Aku masih tetap melihat mereka, asyik bercumbu mesra dengan cinta mereka. Lagi-lagi pertanyaan “seperti itukah cinta?”. Di tempat yang seramai ini mengumbar kemesraan, tidakkah malu seperti itu? Pertanyaan itu pun mengoyak pikiranku. Aku melihat disamping ada kucing yang juga sedang “bercinta”. Kembali pikiranku melayang “kenapa tingkah manusia yang kulihat sama kaya kucing itu?” , seperti itukah cinta?

Yang ku tahu cinta itu fitri (suci), karena yang memberikan adalah Dia yang Mahasuci. Pantaskah membuat kesucian cinta itu dengan cara-cara yang kutemui tadi?? Jelaslah tidak. Cinta suci ittu harusnya dijaga, bukannya dinodai. Bilang cinta tapi maksiat, bilang cinta tapi khianat. Apa itu??? Itulah cinta yang salah. Cinta yang sudah berhasil diracuni setan. Cinta suci hanya dilandaskan padaNya…cinta yang terjaga karena untuk mendapatkan ridhoNya. Saling memberi dan mengingatkan dikala tak sesuai aturanNya. Cinta yang senantiasa dijaga dengan cara selalu mematuhi aturan yang telah ditetapkanNya. Itulah cina sejati, cinta di atas segala cinta. Cinta yang tidak hanya membuat bahagia di dunia tapi juga berkah di akhirat..aamiin []

detik-detik meningalnya Rasulullah saw




Kisahku kali ini bercerita tentang cinta, cinta yng sebenar-benarnya cinta…yang telah dicontohkan langsung oleh Allah pada RasulNya..
Pagi itu, walau langit telah menguning, burung-burung enggan mengepakkan sayap..
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah.
“Wahai umatku..kita berada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-qur’an dan sunnahku.. barangsiapa mencintai sunnahku berarti mencintaiku. Dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surge bersama-sama denganku”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu per satu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang, Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba….
“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat.
Ali dan Fadhil dengan cepat menangkap Rasulullah yang lemah dan goyah saat turun dari mimbar.
Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir disana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.
Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang jadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk. “Maaf ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup daun pintu. Kemudian dia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan semntara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilhan Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lembut.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surge terbuka lebar menanti kedatanganmu.” Kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:’kuharamkan surge bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya’,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam,. Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasuullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.
“Ya Allah!! Dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”. Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saing berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii..ummatii..ummatiii…”
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang member sinaran itu.. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaih..
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita..

Rabu, 13 Februari 2013

tak pernah ada yang harus disesali karena semua yang telah dialami diri adalah kuasa Ilahi...

sampe detik ini pun harusnya rasa syukur selalu membasahi bibir dan hati ini...tapi setan tak pernah tinggal diam melihat manusia berusaha mendakatkan diri dengan Penciptanya, selalu saja berbisik agar tak jadi mendekatkan diri padaNya...

ya Allah..ampunilah aku atas semua dosaku, kelalaianku, dan semua yang mmbuatMu kecewa padaq
selalu kumpulkanlah aku dg orang" sholiha ya Rabb...karena merekalah aku belajar, karena merekalah aku mengenal islam dan bertahan sampe detik ini

selalu dekatkan aku dengan mereka....karena dengan begitu aku mengingatMu...aamiin

Selasa, 12 Februari 2013

kerudungmu pesonamu

kaget!!! syok berat!!!

ketika melihat hpnya terpampang fotonya dg teman" yg membuat hati ini berduka seketika

terpikir olehku begitu mudahnya dy menanggalkan kerudungnya...semurah itu kah?? semudah itu kah??
bertubi" pertanyaan melanda pikiranq, ya Allah tunjukilah dy jalanMu...doaq seketika
inginq meneteskan air mata ini, saudaraq yg kucinta, saudaraq seaqidah, saudara yg sering aku berdiskusi dengannya tentan agama yang mulia ini...tak ku sangka seperti itu..
oh tidak !!! rasanya pengen aku marah, teriak, tapi apakah itu cara yang terbaik??!!! pastilah tidak..

saat ku tanya "ini foto dimana?"
sontak dy kaget, dengan malu dan "sedikit" mengalihkan dijawabnya "di rumah"
apa??!!! kenapa harus bohong??? aku gak buta dan gak bodoh begitu saja percaya, terlihat jelas foto tanpa kerudung itu di tempat umum....

ya Allah, aku merasa berdosa tidak bisa menjaga saudaraq, sungguh q tak kuasa menahan ini...aku takut Kau murka padanya, hal yang tidak ingin menimpa dy
ampunilah dy ya Allah...bukakanlah hatinya terangilah hatinya dengan cahayaMu...


saudaraq mafkan aku yg tak sempurna, yg tak bisa menjagamu dg baik, maafkan aku jika selama dg mu banyak perktaanq yg menyakitimu, sungguh tak ada hal lain yg kuinginkan kecuali selalu bersamamu tak hanya di dunia ini tapi juga di akhirat kelak.. []

Minggu, 02 Desember 2012

tugasku kapan berakhir??

"tugas lagi tugas lagi....!!!! kenapa harus ada tugas sih, gak ada dosen tapi tugasnya numpuuuuuukkkkk bikin puyeng 11!!" gerutu nadia, mahasisiwi universitas andalas. tiap hari dilaluinya dengan tugas yg menumpuk . sampe" buat makan aj gak sempet. tiap hari kuliah hanya untu mengumpulkan dan mnerima tugas. dosen slalu dateng, say hay dan tugas pun diberikan. yaa..itulah kegiatan mahasiswa..kalo gak ada tugas bukan mahasiswa namanya. sampe" untuk mikir yg lain gak sempet karena terkalahkan dg tugasny. "hmmm..kpan yaa bisa bebas tugas???""tanya arin pada nadia. " entahlah, mungkin klo udah gak kuliah baru bebas tugas...hmm tapi kok kyaknya kita gak mgkin bebas tugas sampe kapanpun, abis gini pasti ada tugas" yag lain lagi rin..".
"bener juga kmu bilang nad...tapi kok monoton yaa klo hidu kita gini" aja...kya aada yg kurang gt".
disela" obrolan nadia dan arin, tiba" datang temen mereka yg cantk dengan balutan jilbab merah jambu. "assalamualaykum, arin , nadia...lagi apa?," sapaa fatimah. "waalaykumussalam fatimah", jawab keduanya serempak. "ini nih lagi obrolin tugas yang kian menumpuk kayak gunung..moga aja deh gak meletus", kata nadia. "bisa aja kamu ni nad, itu kn udah resiko jadi mahasiswa, klo gak gitu yaa jgn jadi mahsiswa..hehe"...jawab fatimah. "ya jngan gitu donk...tapi emg bener sih yg kamu bilang."timpal arin.
"eh, kamu tahu, aku kok gak enak yaa ma aktivitas kaya gini...monoton banget.aku pengen ada yang lain shgga aku bisa menyalurkan apa yg aku pelajari" curcol nadia..
"wahhh...tumben kamu punya pikiran ky gitu nad, hehe bercanda :) . yaa emg bner nad yang kamu bilang, kita harus punya poin lebih, karena kita adalah mahasiswa, jadi jangan keok dg tugas. semua pasti ada soslusinya. kita harus bisa kritisi semua ini.."jelas fatimah.
"trusss apa yg harus kita lakukan. kan gak mungkin kita bonek gitu aja???", jwab arin
"iya rin, kita harus tahu dulu apa tujuan kita hidup. dari situ kita akan bisa menjawab dan beraksi sesuai dr tujuan itu tadi...tentunya sebagi seorang muslim kita punya petunjuk yang jelas...klo mau tahu lebih dalam ayoo,ikutan acara ini..(sambil memberikan leaflet ttg seminar kupu-kupu mencari jati diri yg diadakanoleh fumi).."jelas fatimah
"emang apa yg akan kita dapat dari acara ini?" tanya nadia
"pertanyaan yang aku tunggu dr kamu nad... (sambil menepuk bahu nadia). dari acara ini kamu akan tahu peranmu sbg mahasiswa, kamu juga akan tahu tugasmu di dunia ini. pkoknya rugi klo kamu gak ikutan", tukas  fatimah
"giman rin kamu ikutan?"tanya nadia pada arin
"iyaaa lah ini juga aku mau bilang ke fatimah klo aku ikut", jawab arin
"akuu juga dehhh..." nadia ikut"an
"nad jangan karena arin loh yaa ntar gak barokah ilmu nya... "kata fatimah sambil tersenyum
"iya fatimah , gak kok bukan karena arin. tapi karena aku harus tahu ttg jati diriku. tapi emg krn arin jg sih dikit.."kata nadia
"loh kok?!!!!!"fatimah bingung
"iyaaa...krn dg adanya arin aku jadi bisa nebeng...hehehe" jawab nadia
"nadia nadia, kamu ini ada" aja deh, " fatimah geleng" melihat tingkah temnya itu.."okee deh aku tunggu yaa kdatangan kalian...sampe ketemu di acaranya...assalamualaykum.."pamit fatimah.
"waalaykumussalam fatimah...sampe ketemu," jawab keduanya kompak.