Selasa, 18 Agustus 2015

dariNya kita hidup

bismillah...
terkadang diri ini tak tahu malu. minta ini itu padaNya. namun ketika ujian menyapa justru hujat yang keluar dari lisan. naudzubillah..
tidakkah kita ingat, betapa banyak yang sudah Dia berikan pada kita?
apakah diri ini terlalu angkuh, terlalu sombong bahwa apapun yang kita inginkan selalu kita dapatkan. ketika ditanya, apakah kamu beriman? dengan cepat kilat menjawab "pasti aku beriman". namun ketika Allah uji dengan sedikit ujian justru menggerutu dengan ujian yang menyapa itu. padahal ujian itu adalah bukti cintaNya pada kita. seharusnya dengan ujian tersebut mampu membuktikan cinta kita padaNya, bahwa kita memang sungguh-sungguh mencintaiNya. bukan hanya di lisan belaka. dan bersabar adalah lebih baik atas semua sikap yang mungkin akan muncul karena naluri emosi di dalam diri kita. semoga kita selalu sadar dan ingat akan kebesaranNya. karenaNya kita hidup, dan dengan dekat denganNya menjadikan diri kita mulia di dunia.

Jumat, 20 Februari 2015

terbaik bagiku, bagimu, dan bagi semua

bersabar...meski keinginan itu menyeruak...Allah tahu yang terbaik bagi hambaNya...keep calm and don't forget to smile.. don't be sad :D :D :D

Minggu, 20 Juli 2014

ramadhanku akan berlalu

separuh lebih ramadhan telah berlalu...

ada senang juga sedih...

tanpa disadari waktu cepat berlalu, maka alangkah meruginya diri ini ketika ternyata ramadhan berlalu begitu saja tanpa kesan juga membuahkan pengaruh yang besar bagi perubahan diri untuk menjadi lebih baik lagi. menjadi hamba yang diinginkan Penciptanya. 

maka benar saja sabda Rasulullah saw:
"Merugilah seseorang yang bulan Ramadhan datang kepadanya kemudian pergi sebelum ia mendapat ampunan." (HR. at-Tirmidzi 3545)

begitu rugi. rugi besar. ya. sungguh kita akan menjadi orang-orang yang merugi jika kita menjadikan ramadhan hanya sebagai "momen" saja tanpa peningkatan kualitas iman. 




Jumat, 04 Juli 2014

duo "asturlabi"

perkenalan ini dimulai tahun 2011. tepatnya di kota pahlawan.
dalam sebuah jamaah dakwah kita dipertemukan. dan akhirnya menjadi satu kelompok halaqoh. say, akhirnya aku menulis ini. hehe..
awalnya aku memakai nama asturlabi ketika aku mulai mengkaji islam intensif. nama yang membuatku langsung jatuh hati pertama kali mendengarnya. ketika itu ada seminar di salah satu universitas swasta di surabaya, disana dibahas tentang ilmuan-ilmuan islam. dan salah satunya adalah maryam al asturlabi, penemu teleskop, dalam bidang perbintangan. sontak tak lama aku begitu tertarik dengan nama itu dan tanpa berlama-lama aku memakainya, menambahkan nama itu dalam akun fb dan saat ini juga ku gunakan sebagai alamat blog ku. harapannya dengan memakai nama ini semoga aku juga bisa menjadi seperti maryam al asturlabi yang begitu kerennya, memberikan segenap daya dan upaya, dalam hal ini ilmunya, untuk umat. ya. aku ingin seperti dia. pun sama halnya dengan saudaraku yag memakai nama asturlabi ini. memang aku tak pernah bertanya secara langsung padanya. namun ku kira harapannya sama..bahwa dia juga ingin mengabdi untuk umat.
keep hamasah ya sist, dimanapun kamu berada jangan pernah lepaskan bara islam. semoga Allah pertemukan kita di surgaNya kelak. aamiin. mari kita gempur dunia, dan lahirkan asturlabi-asturlabi yang baru. hehe :D

-nila syuraik al asturlabi & rizky aisyah al asturlabi-

kenangan

tak ada satupun manusia yang tak memiliki kenangan. entah itu kenangan yang indah ataupun sebaliknya. terkadang tak sedikit yang membenci kenangan. ada yang berdalih bahwa tak suka kenangan karena itu adalah kenangan yang suram. sesuram itukah ?
terkadang diri hanya memandang dari satu sisi. kenangan yang buruk atau suram. dan berhenti disitu. frame itulah yang akan melekat hingga batas akhir usia. frame itu pula yang bisa membuat diri "move on" melanjutkan mimpi setinggi bintang.
belajar menikmati. itu salah satu kunci. menikmati setiap detik dalam kehidupan ini. pahit. manis. asam. asin. hambar. nikmati!! hingga diri mampu berjalan dalam hidup ini tanpa keluh kesah. senantiasa belajar.
kunci berikutnya adalah berpikir global. tak menyekat pikiran pada satu sisi saja. namun dari segala sisi.
setiap detik dalam hidup ini pasti akan berujung pada kenangan. dan kenangan itu yang akan menghiasi perjalanan hidup. itu tak dapat dipisahkan. begitulah kenangan itu ada dan akan seantiasa terkenang pada diri. suka atau tidak.
dan sekarang jadikan kenangan itu sebagai pelajaran untuk hidup lebih baik. ya. hidup lebih baik. hidp lebih baik yang tentunya berkorelasi dengan kehidupan selanjutnya setelah dari dunia ini. kehidupan hakiki kelak. []

Selasa, 27 Agustus 2013

Laju

Bismillah...
Kali ini, di sudut kampus "hedonis"...mencoba tetap kuat. Bertahan. Semua kan segera berakhir. Waktu terus melaju tanpa mempedulikan siapapun yang tengah tercengang. Jika tak dapat memanfaatkannya maka musnahlah. Sadis. Lebih sadis dari pembunuhan. Yaa...jika tak mampu memanfaatkan waktu yang dimiliki maka sudah dapat dipastikan menjadi diri yang merugi. Astaghfirullah.

Kamis, 25 Juli 2013

???????

apalagi ini...asaku tak berhenti berceloteh. ngerumpi jadi satu di otak. huhhh!!! stoooooopppp!!! mencoba mengembalikannya, merasionalkan pikiranku. masih dengan pertanyaan yang sama. seperti itukah ukhuwah??? i know that if sayang itu adalah melebihi diri sendiri. tapi kenapa??? kenapa kesannya bukan karena Ilahi melainkan karena nafsu?? tanya ke siapa lagi???? dari dalil yang ku pahami sayang itu adalah jika kita tak bersamanya maka dia (yang disayang) akan selalu ada dalam do'a. dan jika dia berada di depan mata maka akan mengingatkan kita pada kematian. Allahu...seperti apakah batas ukhuwah ini??? pastinya tak boleh melebihi sayang dan cinta padaMu.. lantas mereka, aku, dia???? benarkah ya Rabb??? semoga tidak berlebihan dan sesuai kadar yang telah Kau tentukan. aamiin